Jumat, 15 April 2016
Arti logo vixinine community
Arti lambang/logo
1.lingkaran emas (ring gold)
Tekad dan keyakinan kuat yang melingkar tanpa putus yang sangat berharga seperti emas.
2.cheetah grayscale
Memiliki keberanian yang tak pernah pudar dan sanggup menghadapi halang rintang di setiap saat dan di segala medan.
3.vixinine
Nama panggilan singkat dari vixion nine,agar mudah di ingat dan mudah di kenal di khalayak umum terutama para riders di indonesia.
4.vixion 9
Adalah identitas pengenal diri...yang artinya vixion sembilan.sebuah karakter dan kepribadian.
.taat kepada Tuhan YME
.taat kepada orang Tua
.taat kepada peraturan negara
.taat kepada guru
.taat kepada hukum alam
.taat kepada peraturan lalu lintas
.taat kepada peraturan agama
.taat kepada peraturan komunitas
.taat kepada diri sendiri
5.community
Adalah komunitas yang memiliki jiwa pengendara vixion.
6.the merging of soul friendship
Menyatunya jiwa persahabatan dimana setiap yang memiliki jiwa adalah sahabat teman atau saudara..tanpa membedakan satu sama lain seperti ras suku kasta dan agama.
7.warna
Warna yang di miliki dalam logo/simbol vixinine meliputi
.HITAM artinya warna dasar jagat raya sejatinya alam raya ini hitam gelap dan semua berawal dari hitam.
.MERAH artinya berani dalam menghadapi segala sesuatu
.PUTIH artinya bersih dan suci membentuk jiwa yang fitrah
.KEEMASAN artinya simbol kejayaan
FORMASI TOURING DALAM BERKENDARA
Tugas para rider dalam touring
1. ROAD CAPTAIN (RC)
Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
Menentukan rest point dan Pom Bensin (SPBU)
Mengambil Keputusan pada saat terjadi keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring lain.
Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.
2. SAFETY OFFICER (SO)
Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan dengan pertimbangan keselamatan bersama.
Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaaan.
3. VORIJDER (VO)
Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan Pom Bensin (SPBU) terdekat.
4. SWEEPER (SC)
Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
Tugas Utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan fan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah unttuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO)
Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaaran bermotor peserta Touring.
Mempersiapkan alat-alat/tool kit standart yang dibutuhkan pada saat trouble.
Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus digantinya sparepart tersebut.
Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.
6. MEDICAL OFFICER (MO)
Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok
Mempersiapkan obat-obatan standart guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lanjut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
1. ROAD CAPTAIN (RC)
Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran perjalanan Turing pulang-pergi.
Memimpin briefing dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
Menentukan rute perjalanan yang akan dilalui berikut rute Pulang-Pergi.
Menentukan rest point dan Pom Bensin (SPBU)
Mengambil Keputusan pada saat terjadi keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas-petugas touring lain.
Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat turing berjalan.
2. SAFETY OFFICER (SO)
Bertugas untuk memastikan jalur yang akan dilalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan dengan pertimbangan keselamatan bersama.
Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bisa memprediksi kecepatan.
Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh ke depan guna mengantisipasi keadaaan.
3. VORIJDER (VO)
Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW dan RC.
Memberikan tanda-tanda (Hand & Foot sign) guna keselamatan rombongan dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompok dengan berbagai konsekwensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengenali rute yang akan dilalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai restpoint dan Pom Bensin (SPBU) terdekat.
4. SWEEPER (SC)
Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu Sweeper Tengah (Mid Sweeper) dan Sweeper Belakang (End Sweeper).
Tugas Utama Sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat Touring berlangsung.
Sesuai dengan namanya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan fan diperkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada peserta yang trouble.
Posisi Sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
Sweeper belakang diperkenankan untuk maju sampai batas Sweeper Tengah unttuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung Sweeper Belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengatur ritme kecepatan perjalanan.
Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO)
Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaaran bermotor peserta Touring.
Mempersiapkan alat-alat/tool kit standart yang dibutuhkan pada saat trouble.
Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus digantinya sparepart tersebut.
Berkoordinasi dengan memberi masukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis.
Memberikan solusi terbaik dalam hal menangani trouble jika tidak dapat ditangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk pada bengkel yang terdekat.
6. MEDICAL OFFICER (MO)
Memahami dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendala kelompok
Mempersiapkan obat-obatan standart guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi pada peserta touring.
Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lanjut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat ditanggulangi sendiri dengan merujuk kepada Rumah Sakit atau klinik terdekat.
TATA CARA TAURING YANG BAIK 2
-- KETENTUAN UMUM --
1. Datang On Time, minimal satu jam sebelum berangkat untuk persiapan dan briefing.
2. Menempatkan para pemula dan peserta yang berboncengan di barisan depan.
3. Wajib mengenali peserta lainnya terutama di depan dan belakang kita berikut petugas rombongan.
4. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan.
5. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
6. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan.
7. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan.
8. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.
9. Tidak turut mengatur perjalanan touring kecuali petugas.
10. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya).
11. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi.
12. Tidak menggunakan klakson secara berlebihan, kecuali kondisi emergency.
13. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari.
14. Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari.
15. Patuhi aturan lalu lintas, Tetap menjaga aturan berlalu lintas yang baik. Jangan mentang-mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya.
16. Nyalakan lampu utama meskipun jalan di siang hari, agar kendaran lain yang di depan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita.
17. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah petugas.
18. Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan (zig-zag), sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
19. Selalu waspada dalam berkendara. Bila ngantuk berat atau terjadi masalah, segera beritahu petugas dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang.
20. Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (trouble) dijalan.
Pada saat dijalan pun kita harus sesuai dengan tata cara jika terjadi atau ingin melakukan sesuatu. Berikut tata caranya :
-- TATA CARA --
TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS ATAU DI PERSIMPANGAN
# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus
TATA CARA KONVOI TERPUTUS
# SW memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama SW mengejar konvoi dalam kecepatan aman.
# setelah semua bergabung kembali SW kembali memberikan klakson
TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP
# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# SW berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik
TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH:
# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# SW advice RC bila tidak mengetahui
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
BILA TERJADI KECELAKAAN:
# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# korban dirawat sementara atau bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
BILA TERJADI MOGOK
# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat
1. Datang On Time, minimal satu jam sebelum berangkat untuk persiapan dan briefing.
2. Menempatkan para pemula dan peserta yang berboncengan di barisan depan.
3. Wajib mengenali peserta lainnya terutama di depan dan belakang kita berikut petugas rombongan.
4. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan.
5. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
6. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan.
7. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan.
8. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.
9. Tidak turut mengatur perjalanan touring kecuali petugas.
10. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya).
11. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi.
12. Tidak menggunakan klakson secara berlebihan, kecuali kondisi emergency.
13. Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari.
14. Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari.
15. Patuhi aturan lalu lintas, Tetap menjaga aturan berlalu lintas yang baik. Jangan mentang-mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya.
16. Nyalakan lampu utama meskipun jalan di siang hari, agar kendaran lain yang di depan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita.
17. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah petugas.
18. Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan (zig-zag), sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
19. Selalu waspada dalam berkendara. Bila ngantuk berat atau terjadi masalah, segera beritahu petugas dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang.
20. Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (trouble) dijalan.
Pada saat dijalan pun kita harus sesuai dengan tata cara jika terjadi atau ingin melakukan sesuatu. Berikut tata caranya :
-- TATA CARA --
TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS ATAU DI PERSIMPANGAN
# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus
TATA CARA KONVOI TERPUTUS
# SW memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama SW mengejar konvoi dalam kecepatan aman.
# setelah semua bergabung kembali SW kembali memberikan klakson
TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP
# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# SW berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik
TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH:
# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# SW advice RC bila tidak mengetahui
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
BILA TERJADI KECELAKAAN:
# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# korban dirawat sementara atau bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
BILA TERJADI MOGOK
# SW memberikan tanda kepada RC untuk berhenti.
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat
TATA CARA TOURING YANG BAIK
1. GROUP LEADER (GL) : pemimpin kelompok yang memiliki tanggung jawab dan wewenang tertinggi atas seluruh anggota kelompok selama touring. Bertanggung jawab untuk ketertiban, keteraturan, administrasi, akomodasi, dan kordinasi dari kelompok selama Touring berlangsung.
2. ROAD CAPTAIN (RC) : pemimpin perjalanan, bertanggung jawab terhadap teknis perjalanan. KEPUTUSAN selama perjalanan diberikan oleh RC.
3. SAFETY OFFICER (SO) : petugas touring pembuka jalan, selama konvoi berada di paling depan barisan. (Additional/biasanya bekerja sama dengan petugas dari kepolisian)
4. VOORIJDER (VJ) : pemimpin barisan, mengatur irama barisan dan mengatur formasi barisan. Posisi berada paling depan barisan saat dijalan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO) : peserta touring yang ditunjuk oleh captain sebagai petugas yang mengkoordinasi apabila ada kerusakan teknis pada motor peserta.
6. SWEEPER (SW) : berfungsi untuk menutup barisan belakang dan membantu VJ mengatur barisan, membantu kendaraan lain yang bermaksud untuk mendahului. SW diusahakan tidak terlalu sering bolak balik sepanjang barisan, berbahaya dan mengganggu konsentrasi peserta. Klakson diperbolehkan sesekali, mengingatkan peserta yang mengantuk atau lelah. Posisi SW berada dipaling belakang barisan saat dijalan.
Setelah pemilihan petugas selesai, tahap berikutnya adalah PERSIAPAN.
-- PERSIAPAN --
KONDISI FISIK PESERTA
1. Diharapkan seluruh peserta turing dalam kondisi SEHAT.
2. Dianjurkan sudah melakukan PEMANASAN tubuh sebelum mengendarai motornya.
3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan turing .
4. Dianjurkan untuk makan YANG CUKUP jangan berlebihan agar tidak ngantuk dijalan dan demi menjaga kondisi tetap prima pada saat perjalanan.
PERBEKALAN DIRI
1. Pakaian dan peralatan pribadi
2. Baju hangat/sweater.
3. Kaos kaki cadangan.
4. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.) Kalo mau menginap.
5. Makanan kecil/snack/roti.
6. Air mineral/suplemen.
7. Kantong plastik secukupnya
8. Tali secukupnya
9.Solatip/lagban
10.Pisau cutter.
11.Surat-surat kendaraan
- SIM
- STNK
- KTP
PERLENGKAPAN PENGENDARA
a. Helm (Half/Full Face)
b. Sepatu menutupi mata kaki.
c. Jaket touring.
d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
e. Jas hujan (bukan ponco)
f. Rompi/Body protector
g. Balac/Kupluk/kethu (bhs jawa ) (Additional)
h. Arm & Knee Protector (Additional)
PERSIAPAN KENDARAAN
A. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.
1. Kaca spion kanan kiri.
2. Klakson.
3. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
4. Spatbor
5. Ban kumplit tidak gundul.
6. Speedo meter, indikator bensin, dll.
B. Motor sudah di SERVIS, minimal seminggu sebelum keberangkatan touring.
1. Stel klep.
2. Setting dan Clean Karburator + saringan.
3. Ganti oli.
4. Cek busi.
5. Cek lampu
6. Cek rantai.
7. Periksa air ACCU.
8. Cek kanvas REM.
9. Minyak rem (untuk rem cakram).
10.Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
11.Cek Sekering.
12.Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.
PERALATAN PENUNJANG (Tool Kits)
a. Kunci pas/ring.
b. Kunci Busi.
c. Tang.
d. Obeng plus/min.
e. Kunci inggris.
f. Baut, mur, ring (cadangan).
g. Bola lampu (cadangan)
h. Sekering (cadangan min. 2 buah).
i. Busi (cadangan).
j. Tali kopling (cadangan).
k. Kabel (cadangan).
l. Lap/kain.
Setelah persiapan selesai, hendaknya saat briefing dijelaskan kembali ketentuan2 saat berkendara dijalan,agar lancar dan selamat sampai tujuan tanpa mengganggu pengguna jalan yang lain.
2. ROAD CAPTAIN (RC) : pemimpin perjalanan, bertanggung jawab terhadap teknis perjalanan. KEPUTUSAN selama perjalanan diberikan oleh RC.
3. SAFETY OFFICER (SO) : petugas touring pembuka jalan, selama konvoi berada di paling depan barisan. (Additional/biasanya bekerja sama dengan petugas dari kepolisian)
4. VOORIJDER (VJ) : pemimpin barisan, mengatur irama barisan dan mengatur formasi barisan. Posisi berada paling depan barisan saat dijalan.
5. TECHNICAL OFFICER (TO) : peserta touring yang ditunjuk oleh captain sebagai petugas yang mengkoordinasi apabila ada kerusakan teknis pada motor peserta.
6. SWEEPER (SW) : berfungsi untuk menutup barisan belakang dan membantu VJ mengatur barisan, membantu kendaraan lain yang bermaksud untuk mendahului. SW diusahakan tidak terlalu sering bolak balik sepanjang barisan, berbahaya dan mengganggu konsentrasi peserta. Klakson diperbolehkan sesekali, mengingatkan peserta yang mengantuk atau lelah. Posisi SW berada dipaling belakang barisan saat dijalan.
Setelah pemilihan petugas selesai, tahap berikutnya adalah PERSIAPAN.
-- PERSIAPAN --
KONDISI FISIK PESERTA
1. Diharapkan seluruh peserta turing dalam kondisi SEHAT.
2. Dianjurkan sudah melakukan PEMANASAN tubuh sebelum mengendarai motornya.
3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan turing .
4. Dianjurkan untuk makan YANG CUKUP jangan berlebihan agar tidak ngantuk dijalan dan demi menjaga kondisi tetap prima pada saat perjalanan.
PERBEKALAN DIRI
1. Pakaian dan peralatan pribadi
2. Baju hangat/sweater.
3. Kaos kaki cadangan.
4. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.) Kalo mau menginap.
5. Makanan kecil/snack/roti.
6. Air mineral/suplemen.
7. Kantong plastik secukupnya
8. Tali secukupnya
9.Solatip/lagban
10.Pisau cutter.
11.Surat-surat kendaraan
- SIM
- STNK
- KTP
PERLENGKAPAN PENGENDARA
a. Helm (Half/Full Face)
b. Sepatu menutupi mata kaki.
c. Jaket touring.
d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
e. Jas hujan (bukan ponco)
f. Rompi/Body protector
g. Balac/Kupluk/kethu (bhs jawa ) (Additional)
h. Arm & Knee Protector (Additional)
PERSIAPAN KENDARAAN
A. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.
1. Kaca spion kanan kiri.
2. Klakson.
3. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
4. Spatbor
5. Ban kumplit tidak gundul.
6. Speedo meter, indikator bensin, dll.
B. Motor sudah di SERVIS, minimal seminggu sebelum keberangkatan touring.
1. Stel klep.
2. Setting dan Clean Karburator + saringan.
3. Ganti oli.
4. Cek busi.
5. Cek lampu
6. Cek rantai.
7. Periksa air ACCU.
8. Cek kanvas REM.
9. Minyak rem (untuk rem cakram).
10.Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
11.Cek Sekering.
12.Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.
PERALATAN PENUNJANG (Tool Kits)
a. Kunci pas/ring.
b. Kunci Busi.
c. Tang.
d. Obeng plus/min.
e. Kunci inggris.
f. Baut, mur, ring (cadangan).
g. Bola lampu (cadangan)
h. Sekering (cadangan min. 2 buah).
i. Busi (cadangan).
j. Tali kopling (cadangan).
k. Kabel (cadangan).
l. Lap/kain.
Setelah persiapan selesai, hendaknya saat briefing dijelaskan kembali ketentuan2 saat berkendara dijalan,agar lancar dan selamat sampai tujuan tanpa mengganggu pengguna jalan yang lain.
Jumat, 08 April 2016
STRUKTUR VNC 2015/2016
Struktur
vixinine community (VNC) Indonesia
(2015-2016)
Ketua : Ster NS VNC-001
Wakil ketua : Romadhon VNC-007
Sekretaris : Sidik VNC-004
Bendahara : Setiawan VNC-009
HUMAS : Nanang VNC-006
Trantib(keamanan dan tatatertib) :
Putra VNC-011
Divisi Touring :
Divisi Member :
Member anggota
1. VNC 001 STER NS
2. VNC 002 EDI G
3. VNC 003 GALANG
4. VNC 004 SIDIK
5. VNC 005 ARIE
6. VNC 006 NANANG
7. VNC 007 ROMADHON
8. VNC 008 TIAND
9. VNC 009 SETIAWAN
10. VNC 010 AGIS
11. VNC 011 PUTRA
12. VNC 012 RIZKY
13. VNC 013 FAJAR
14. VNC 014 KIKI
15. VNC 015 UZZOB
16. VNC 016 RAGIL
17. VNC 017 BOY
18. VNC 018 CORNELIUS
19. VNC PROSPEK (KETUT)
20. VNC PROSPEK (IVAN)
21. VNC PROSPEK (.....)
22. VNC PROSPEK (AHMAD)
vixinine community (VNC) Indonesia
(2015-2016)
Ketua : Ster NS VNC-001
Wakil ketua : Romadhon VNC-007
Sekretaris : Sidik VNC-004
Bendahara : Setiawan VNC-009
HUMAS : Nanang VNC-006
Trantib(keamanan dan tatatertib) :
Putra VNC-011
Divisi Touring :
Divisi Member :
Member anggota
1. VNC 001 STER NS
2. VNC 002 EDI G
3. VNC 003 GALANG
4. VNC 004 SIDIK
5. VNC 005 ARIE
6. VNC 006 NANANG
7. VNC 007 ROMADHON
8. VNC 008 TIAND
9. VNC 009 SETIAWAN
10. VNC 010 AGIS
11. VNC 011 PUTRA
12. VNC 012 RIZKY
13. VNC 013 FAJAR
14. VNC 014 KIKI
15. VNC 015 UZZOB
16. VNC 016 RAGIL
17. VNC 017 BOY
18. VNC 018 CORNELIUS
19. VNC PROSPEK (KETUT)
20. VNC PROSPEK (IVAN)
21. VNC PROSPEK (.....)
22. VNC PROSPEK (AHMAD)
PENDIRI VIXININE COMMUNITY (VNC) INDONESIA
Pendiri vixinine community (VNC) INDONESIA
1.FAJAR
2.NANANG
3.ROMADHON
4.TIAND
5.RIZKY
6.RAGIL
7.BOY
8.(JUDIVAJO)
9.STER
Awal mula bertemu di jejaring sosial facebook kemudian janjian untuk bertemu di depan korem 084 surabaya,setelah bertemu dan saling mengenal satu sama lain di lanjut rolling ke kota madya surabaya dan di sinilah nama vixinine di usulkan brow nanang dan di setujui bersama2.
Nama vixinine di ambil dari merk motor vixion yang kebetulan pada saat itu tanggal 9 september 2015.
Minggu, 03 April 2016
PENGERTIAN TUGAS DAN FUNGSI 2
V. ORGANISING COMMITTEE (OC)
1. KETUA
Fungsi dan Tugas kerja ketua adalah sebagai berikut :
a. Tugas utama seorang ketua sebagai pemimpin organisasi adalah Merencanakan /perencanaan (merencanakan hal/ kegiatan yang akan dilakukan), Mengorganisir (mengatur dan membagi tugas dan tanggungjawab/ pendelegasian kepada bawahan), Mengontrol, (mengecek atau meminta laporan kemajuan kegiatan), serta mengkordinasi, Membagi tugas dan kerja sama antar seksi – seksi dalam kegiatan diluar maupun saat saat rapat.
b. Melakukan negosiasi dengan PEMDA sebagai pelindung, terutama mengenai kelancaran acra
c. Bertanggungjawab terhadap segala sesuatu/ kegiatan yang telah diprogramkan oleh setiap seksi
d. Memimpin dan menyetujui segala keputusan rapat.
e. Memberikan teguran kepada seksi – seksi dan anggota bila tidak menjalankan tugas
f. Memberikan laporan kegiatan dari kordinator – kordinator seksi
g. Membagi tugas dan fungsi kerja, serta meminta masukan dari wakil ketua
h. Memberikan mandate kepada wakil bila ada halangan
i. Memberikan surat perintah kerja/ mandate kepada anggota untuk menjalankan tugas
2. WAKIL KETUA
Fungsi dan Tugas kerja wakil ketua adalah sebagai berikut :
a. Membantu ketua dan bertanggungjawab kepada ketua apabila dalam pengambilan keputusan ketua tidak ada. Wakil ketua dapat menggantikan ketua dalam pengambil suatu keputusan
b. Memimpin rapat – rapat atas kesepakatan ketua, serta meminta masukan kepada ketua sebelum mengambil keputusan
c. Wakil ketua tidak mempunyai kewenangan sebelum ada keputusan ketua, namun dalam segala sesuatu yang bersifat darurat wakil ketua berhak untuk mengambil kebijakan yang selayaknya.
d. Memberi saran, kritik, serta nasehat kepada kepanitiaan tertentu, secara lisan demi kesuksesan kepanitiaan tersebut
e. Menggantikan ketua apabila ketua keluar daerah, berdasarkan surat mandat kerja yang diberikan oleh ketua kepada wakil ketua.
3. SEKRETARIS
Suatu organisasi hidup atau mati secara administrasi ada di tangan sekretaris. Fungsi dan Tugas kerja sekretaris adalah sebagai berikut :
a. Membuat surat undangan rapat
b. Membuat surat permohonan bantuan dana (proposal)
c. Mencatat hasil – hasil keputusan rapat ARVC dan Anggota, termasuk semua usulan, kritik dan saran
d. Membuat surat keputusan yang dikeluarkan ketua/ wakil ketua, surat keputusan delegasi dan surat keputusan koordinator seksi – seksi
e. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan Kegiatan kepanitiaan dan laporan keuangan, atas pelaksanaan kegiatan
f. arsip surat masuk atau keluar
g. Mengetahui dan mencatat nomor surat masuk dan keluar
h. Menyimpan peralatan sekretaris (stempel, bantal, dll) di ruang sekretariatan
i. Menata dan menyimpan file – file / data pada kotak atau lemari atau computer dll.
4. BENDAHARA
Fungsi dan Tugas kerja Bendahara adalah sebagai berikut :
a. Menyimpan dan mengeluarkan uang kepanitiaan
b. Membukukan segala pengeluaran dan menerima dan mencatat tanggal uang masuk beserta sumber dan jumlah dana
c. Mengeluarkan uang serta mencatat jumlah (banyaknya uang), tanggal, penerima, serta kegunaan uang tersebut
d. Menyediakan nota (kwitansi) uang masuk dan dan meminta nota pembelian atas kegunaan dana
e. Membuat laporan keuangan, dan membukukan keuangan iuran pokok, wajib maupun sumbangan sukarela anggota
f. Meminta persetujuan ketua sebelum mengeluarkan uang, dan dapat berkoordinasi dengan anggota
5. SEKSI KEAMANAN
Fungsi dan Tugas kerja seksi keamanan adalah sebagai berikut :
a. Menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan termasuk menjaga dan mengamankan fasilitas kesekretariatan
b. Menjaga keamanan pada saat kegiatan acara berlangsung
c. Menjaga peralatan dan kelengkapan kesekretariatan
d. Untuk menjaga dan mengamankan, kegiatan perlu kerja sama dengan pihak ketiga
1. KETUA
Fungsi dan Tugas kerja ketua adalah sebagai berikut :
a. Tugas utama seorang ketua sebagai pemimpin organisasi adalah Merencanakan /perencanaan (merencanakan hal/ kegiatan yang akan dilakukan), Mengorganisir (mengatur dan membagi tugas dan tanggungjawab/ pendelegasian kepada bawahan), Mengontrol, (mengecek atau meminta laporan kemajuan kegiatan), serta mengkordinasi, Membagi tugas dan kerja sama antar seksi – seksi dalam kegiatan diluar maupun saat saat rapat.
b. Melakukan negosiasi dengan PEMDA sebagai pelindung, terutama mengenai kelancaran acra
c. Bertanggungjawab terhadap segala sesuatu/ kegiatan yang telah diprogramkan oleh setiap seksi
d. Memimpin dan menyetujui segala keputusan rapat.
e. Memberikan teguran kepada seksi – seksi dan anggota bila tidak menjalankan tugas
f. Memberikan laporan kegiatan dari kordinator – kordinator seksi
g. Membagi tugas dan fungsi kerja, serta meminta masukan dari wakil ketua
h. Memberikan mandate kepada wakil bila ada halangan
i. Memberikan surat perintah kerja/ mandate kepada anggota untuk menjalankan tugas
2. WAKIL KETUA
Fungsi dan Tugas kerja wakil ketua adalah sebagai berikut :
a. Membantu ketua dan bertanggungjawab kepada ketua apabila dalam pengambilan keputusan ketua tidak ada. Wakil ketua dapat menggantikan ketua dalam pengambil suatu keputusan
b. Memimpin rapat – rapat atas kesepakatan ketua, serta meminta masukan kepada ketua sebelum mengambil keputusan
c. Wakil ketua tidak mempunyai kewenangan sebelum ada keputusan ketua, namun dalam segala sesuatu yang bersifat darurat wakil ketua berhak untuk mengambil kebijakan yang selayaknya.
d. Memberi saran, kritik, serta nasehat kepada kepanitiaan tertentu, secara lisan demi kesuksesan kepanitiaan tersebut
e. Menggantikan ketua apabila ketua keluar daerah, berdasarkan surat mandat kerja yang diberikan oleh ketua kepada wakil ketua.
3. SEKRETARIS
Suatu organisasi hidup atau mati secara administrasi ada di tangan sekretaris. Fungsi dan Tugas kerja sekretaris adalah sebagai berikut :
a. Membuat surat undangan rapat
b. Membuat surat permohonan bantuan dana (proposal)
c. Mencatat hasil – hasil keputusan rapat ARVC dan Anggota, termasuk semua usulan, kritik dan saran
d. Membuat surat keputusan yang dikeluarkan ketua/ wakil ketua, surat keputusan delegasi dan surat keputusan koordinator seksi – seksi
e. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan Kegiatan kepanitiaan dan laporan keuangan, atas pelaksanaan kegiatan
f. arsip surat masuk atau keluar
g. Mengetahui dan mencatat nomor surat masuk dan keluar
h. Menyimpan peralatan sekretaris (stempel, bantal, dll) di ruang sekretariatan
i. Menata dan menyimpan file – file / data pada kotak atau lemari atau computer dll.
4. BENDAHARA
Fungsi dan Tugas kerja Bendahara adalah sebagai berikut :
a. Menyimpan dan mengeluarkan uang kepanitiaan
b. Membukukan segala pengeluaran dan menerima dan mencatat tanggal uang masuk beserta sumber dan jumlah dana
c. Mengeluarkan uang serta mencatat jumlah (banyaknya uang), tanggal, penerima, serta kegunaan uang tersebut
d. Menyediakan nota (kwitansi) uang masuk dan dan meminta nota pembelian atas kegunaan dana
e. Membuat laporan keuangan, dan membukukan keuangan iuran pokok, wajib maupun sumbangan sukarela anggota
f. Meminta persetujuan ketua sebelum mengeluarkan uang, dan dapat berkoordinasi dengan anggota
5. SEKSI KEAMANAN
Fungsi dan Tugas kerja seksi keamanan adalah sebagai berikut :
a. Menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan termasuk menjaga dan mengamankan fasilitas kesekretariatan
b. Menjaga keamanan pada saat kegiatan acara berlangsung
c. Menjaga peralatan dan kelengkapan kesekretariatan
d. Untuk menjaga dan mengamankan, kegiatan perlu kerja sama dengan pihak ketiga
Langganan:
Postingan (Atom)


